Jumat, 01 November 2013

Puisi "POHON CERMIN"

POHON CERMIN...

DihadapanKu...
Kulihat hanya sebatang Pohon yang tumbuh kesunyian.
Sebatang Pohon...
pohon yang tak sesuatupun datang menghampirinya,

     Dia yang Diam...
     Dia yang Kesunyian tanpa Bayangan,
     Dia Berdiri...
     Dia Sendiri tak Bernyawa,
     Dia yang semakin Lama Daunnya Jatuh, Tertumpuk tanpa Mengganggu Pikirannya,

Dia Kacau...
Dia yang Membiarkan Ranting Keringnya Patah dan Jatuh Ke Tanah,
Dia bahkan tidak Berbuat apa-apa ketika perhiasan Kakinya Kering, Hangus Dilalap Panas,
Dia bahkan hanya Melihat Satu Kesempatan untuk waktu yang Lama,

     Dia yang Mengharapkan Kawan...
     Dia Menunggu segerombolan Angin Menyelip diselah-selah Daunnya,
     Dia yang Menanti Kedatangan Hujan untuk Membasahi Kegundaanya,
     Dia yang selalu Berusaha Meraih Cahaya yang kadang Redup dan kadang Memberi Keyakinan,
     Dia yang selalu Berhayal akan Menciptakan simponi Indah, jauh dalam Kesendirian.

Dia seperti...eEM
Dia...
Dia Itu AKU...!

                                     penulis, 

                                           Dikner Alipa

Kamis, 26 September 2013

Gaya Kepemimpinan



GAYA KEPEMIMPINAN CAMAT POSO PESISIR SELATAN
KABUPATEN POSO
Oleh; 

Askar Mayusa S.IP

            Gaya kepemimpinan camat Poso Pesisir Selatan dalam lingkup penyelenggaraan pemerintahan umum berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2008 tentang Kecamatan dan Peratran Daerah Kabupaten Poso Nomor 5 Tahun 2008 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Pemerintah Kecamatan Dan Kelurahan,  yaitu sebagai berikut :

Minggu, 21 Oktober 2012

catatan-catanku...

 Dikner_Alipa

1. perjamuanku bersama sebatang Rokok yang hampir habis disaat matahari yang kian terhimpit oleh  belahan gunung, memancarkan cahaya indah dibalik optik
kuingin berlari menghampirinya dengan sapaan keagungan,
agar dia tetap disana "disisiku" untuk bersama memancarkan cahaya indah itu...


 2.  bintang-bintang seakan mendengarkan percakapanku dengan selembar kertas putih tentang hati yang gundah...

3. sebutan namamu sangat indah dalam mimpi dan hayalku, tapi sapaan itu tak bisa ku ungkapkan dalam keseharianKU...

4. dia yang menatapQ, dgn senyumnya yang manis tak bernyawa membuat suara-suara itu hadir bagai angin...

5. merangkak dalam gelap mengikuti sumber suara keramaian diujung jalan kan ada terang yang akan mengajakKU tuk menari...

6. BERSAMA KICAUAN BURUNG DIPAGI HARI MENUNGGU KAN DATANGNYA MENTARI

7. jauh dari kelopak Matamu yang tak sesekali berkedip, Aku selalu tersenyum dalam kegundahan. dibalik bayamganMu, Ku selaLu Berdiri Tgak dalam KemUnafikan cara berfikirKu, dan bERharap kau akan menoLeh kEbeLakang...

8.  Tertunda dan Duka.....
saat Hujan, bertedu di Gubuk Tua...
dari awal sampai akhir
setiap tetes yang keluar dari atap yang kusam...
Tanya-tanya itu semakin merobek,
Ku-butuh Engkau sahabat...
DiSINI...!
ulurkan tangan menampung tetesan itu...


9. Pecahan Gelap Menyobek Nadi yang Diam, 
Dalam Arungan Kelam tanpa Sebua Pijakan juga akan Percuma...
Keterasingan masih Pilihan...