Sabtu, 08 Maret 2014

Lintang Yang Sombong

        LINTANG YANG SOMBONG

Takjub Semesta Disela-Sela Tawa Para Pengembara.
Apakah Aku Tak Salah...?
Aku Tak Melihat Wajah Senyum Ataupun SedihMu Lintang,
Aku Hanya Melihat Engkau Adalah Bagian DariNYA
Yang Berdiri Kokoh dan Begitu Angkuh,
Saat SulitKu Jika BersamaMU...

Aku dan Banyak Lainnya Yang MengenalMu Tahu,
Ini Bukan Soal Apa Yang Akan Diperoleh,
Namun Keingin Tahuan Tentang Arti Dari Perjalanan
Yang Katanya Bersisahkan Jejak Dalam Permainan Waktu,
Dan Menyelip Kenangan AkanMu.

Enam Bahkan Dua Belas Mentari Akan Hadir
Menemana Lamgkah Demi Langkah.
Engkau Memurkakan Keajaiban,
Teman Akan Menjadi Saudara,
Kesukaan Berubah Menjadi Kecintaan,
Bahkan Setiap Langkah Akan Menjadi Cerita.

Aku Tak Sadar...
Engkaukah Ini Lintang?
Engkau Terlihat Seperti Telanjang Dikeramaian Kota,
Engkau Menjelaskan Akan KesombanganMu Adalah Jalan.
BODOH...!

                                                Dikner Alipa

Senin, 27 Januari 2014

Berawal Dari Pekan

BERAWAL DARI PEKEN

Mendung Mendayung Disudut Kampung
Dalam Belantara yang Tak Asing  Dan Ramai,
Lambayan Air Yang Terselip Diantara Bebatuan
Menemani Setiap Kedipan Mata,

Aku Menjadi Tamak Sejak Pekan Yang Telah KU Mulai,
Gelap Diantaranya Menjadi Kawan dan Penghuninya Menjadi Hiburan.

Hari-Hari Bercerita Tentang Terkelupasnya Kulit Wajah
Meski Terbalut Keyakinan Dan Harapan,
Jemari yang Dulunya Lembut Berubah Menjadi Tajam Dan Bersisik,
Telapak Kaki Dulunya Bersisah Jejak Meski Sampah,
Berubah Menjadi Tombak Mata Kelelawat yang Terbuat dari Bambu.

Ini Adalah Awal Dimana Pertanyaan Tentang "Bagaimana" Akan Dimulai,
Ini Adalah Isyarat Tentang "APA" Akan Terlihat Seperti Lukisan Yang Terpajang Disudut Rung Keramaian,
Ini Akan Terpandang, Dimana Pelita Dalam Gelap Meski Dikejauhan  Adalah Sebuah Tujuan,
Inilah Aku Yang Memulai Pekan Dengan Keyakinan Dan Harapan.


Dikner Alipa

Rabu, 18 Desember 2013

Tulisan "Kertas Dan Pena

Aku adalah cerita Tentang Kertas Kosong dan Kotor
Aku tak Terpakai, Ditinggalkan dengan sebuah Tanya
Banyak Cerita yang Mereka Tulis, tak Sedikitpun UntukKu
FikirKu Akan keraguan TentangKu...

Entahla...
Engkau, Juga PenaMu ada pada Bagian Terkecil Kelopak MataKu
Engkau Bercerita tentang Hal yang Aneh Pada Kertas-Kertas Lain yang Mampir dikedua Tangan LembutMu
Engkau Bahkan Sangat Bersemangat Mengganti Tinta-tinta PenaMu yang hampir Kering
TanyaKu PadaMu,
Mungkinkah Engkau Membagi Coretan TanganMu pada Kertas Kosong dan Kotor Ini...

Bersama Hening,
Engkau Melihat dan MenyentuhKu dengan Sapaan Kekuatiran
Engkau Menggenggam dan MengangkatKu dari Rung Pengap Juga Berdebu
Engkau MembersihkanKu dari Debu-debu yang Sejak Dulu Siap Kulepaskan
Sempat Aku Berfikir Tentang KekuatiranMu,
AdaKah Kesempatan Itu...

Indah Bersama CeritaMu...
Setiap Kali Ku Melihat,  PenaMu Menari dengan Cepat diatas Baris-barisKu yang Kosong
Engkau Bersenang-Senang dengan CeritaMu
Meski Sesekali Aku Merasakan Air MataMu Jatuh Tepat diatas Coretan PenaMu
Engkau Selalu MenjadikanKu Raja pada Setiap Coretan dan PenaMu sebagai Ratunya

Ini Sudah Aku FiKirkan sebelumnya
Suatu Waktu Barisan KosongKu Akan Habis,
Engkau akan Menaruh PenaMu Diatas Kertas Kosong Lain dan Mempersiapkan Cerita yang Lain Pula,
Aku tidak MempersalakanMu Ketika Akhir CeritaMu Bukan Pada LembaranKu
Akupun tidak akan MenyelaMu Ketika Engkau Menyimpanku Tepat dimana Dulu Engkau MenemukanKu

Aku Akan MEnjaga KisahMu Dari Debu dan Mungkin Rayap sekalipun yang akan Merobek-Robek Aku...
Aku akhirnya TAhu Akan KekuatiranMu
Dan Aku hanya Ingin Bertanya, "Mengapa...Kapan...Siapa...", padaMu.


                DIKNER ALIPA