Minggu, 21 Oktober 2012

catatan-catanku...

 Dikner_Alipa

1. perjamuanku bersama sebatang Rokok yang hampir habis disaat matahari yang kian terhimpit oleh  belahan gunung, memancarkan cahaya indah dibalik optik
kuingin berlari menghampirinya dengan sapaan keagungan,
agar dia tetap disana "disisiku" untuk bersama memancarkan cahaya indah itu...


 2.  bintang-bintang seakan mendengarkan percakapanku dengan selembar kertas putih tentang hati yang gundah...

3. sebutan namamu sangat indah dalam mimpi dan hayalku, tapi sapaan itu tak bisa ku ungkapkan dalam keseharianKU...

4. dia yang menatapQ, dgn senyumnya yang manis tak bernyawa membuat suara-suara itu hadir bagai angin...

5. merangkak dalam gelap mengikuti sumber suara keramaian diujung jalan kan ada terang yang akan mengajakKU tuk menari...

6. BERSAMA KICAUAN BURUNG DIPAGI HARI MENUNGGU KAN DATANGNYA MENTARI

7. jauh dari kelopak Matamu yang tak sesekali berkedip, Aku selalu tersenyum dalam kegundahan. dibalik bayamganMu, Ku selaLu Berdiri Tgak dalam KemUnafikan cara berfikirKu, dan bERharap kau akan menoLeh kEbeLakang...

8.  Tertunda dan Duka.....
saat Hujan, bertedu di Gubuk Tua...
dari awal sampai akhir
setiap tetes yang keluar dari atap yang kusam...
Tanya-tanya itu semakin merobek,
Ku-butuh Engkau sahabat...
DiSINI...!
ulurkan tangan menampung tetesan itu...


9. Pecahan Gelap Menyobek Nadi yang Diam, 
Dalam Arungan Kelam tanpa Sebua Pijakan juga akan Percuma...
Keterasingan masih Pilihan...
 

Kamis, 06 September 2012

KETIKA ALAM TIDAK BERSAHABAT

Apakah MANUSIA dapat menahan?
dibalik pemikiran rasional manusia tersimpan sisi negatif yang munkin tidak dipahami, yang dapat merobohkan sebua teori. kekuatan alam adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari tidak memihak pada apapun, meski  nyawa disembunyikan dalam laci-Laci bumi!
siapakah yang akan disalahkan? 
apaka alam hanya ingin memberi pekerjaan untuk mereka yamg menjadi korban, untuk membersikan gumpalan-gumpalan kayu, runtuan-runtuhan rumah, yang terhanyut di sepanjang aliran sungai dantersisah hanya runtuhan-runtuhan rumah, tanpa melihat kerugiam  mereka yang tak terhitung jumlanya.
sunggu ironis...

mereka hanya ingin bersenandung dalam gurauan malam...
yang hanya terdengar gerombolan bunyi serangga seakan menemani hayalan para orang tua tentang hari yang akan datang...
menikmati pemandangan desa yang pot-pot bungah tersusun rapih dipinggiran jalan depan rumah mereka...
sejauh mata memandang, para anak-anak akan tersenyum ketika terlihat cita-cita mereka sudah di ujung telunjuk...
Namun, harapan-harapan itu tertinggal dalam  hayalan ketika Alam sudah menunjukan tajinya...
siapa yang akan disalahkan?
kita manusia hanya dapat mencegah dan menerimah


Sabtu, 11 Agustus 2012

jalur Alternatif Gunung Gawalise

            pendakian Gawalise

pada umumnya jalur pendakian Gawalise yang dikenal oleh para pendaki merupakan jalur yang tidak manusiawi dilihat dari kondisi dan medan sekitaran jalur pendakian. Namun jika dilihat dari wisata, juga tinjauan sosial budaya, merupakan jalur yang menarik untuk dijadikan tempat belajar (penelitian) tentang kearifan masyarakat lokal dan aktifitas sosial masyarakat sekitar gunung Gawalise.
dalam perkembangan kajian dan aktifitas kami dari Mapala Santigi, untuk melihat potensi wisata dan Sosial Budaya baik dibidang petualangan dan Penelitian, kami mencoba menelusuri sisi lain dari pegunungan Gawalise. alternatif jalur pendakian gunung gawalise yang dimulai dari desa salena, dapat menawarkan ketegangan dan segudang ilmu bagi para penggila kearifan Sosial Budaya masyarakat Lokal dan petualangan disekitaran Gunung Gawalise.